Showing posts with label Kapal Selam. Show all posts
Showing posts with label Kapal Selam. Show all posts

Friday, October 28, 2016

Rusia Luncurkan Kapal Selam Super Siluman Veliky Novgorod

Angkatan Laut Rusia meluncurkan kapal selam super siluman terbaru mereka. Kapal selam yang diberi nama Veliky Novgorod akan disebar di Laut Hitam di mana NATO bersiap untuk mengirim ribuan pasukan ke perbatasan Rusia.
Angkatan Laut Rusia meluncurkan kapal selam super siluman terbaru mereka. Kapal selam yang diberi nama Veliky Novgorod akan disebar di Laut Hitam di mana NATO bersiap untuk mengirim ribuan pasukan ke perbatasan Rusia.


Rusia Luncurkan Kapal Selam Super Siluman Veliky Novgorod
Rusia meluncurkan kapal selam super siluman Veliky Novgorod yang akan dioperasionalkan di Laut Hitam. Foto/Istimewa

Veliky Novgorod menjadi tambahan kekuatan baru untuk armada Laut Hitam Rusia yang mampu menyerang target di darat, laut, dan bawah air. Kapal selam ini juga bisa mengikuti aktivitas penting angkatan laut Rusia lainnya. Kapal diesel listrik ini memamerkan teknologi stealth canggih  dan peningkatan jangkauan tempur secara resmi diluncurkan di St. Petersburg.

Wakil Komandan Angkatan Laut Rusia Laksamana Aleksandr Fedotenkov dan CEO galangan kapal Alexander Buzakov hadir di upacara resmi sebelum kapal dipindahkan ke Laut Hitam untuk beroperasi. Buzakov mengatakan bahwa kapal selam lain kelas Varshavyanka, Kolpino, akan diluncurkan pada bulan November mendatang.AL


"Uji coba kelima kapal selam, Veliky Novgorod, telah berhasil diselesaikan dan pada tanggal 25 Oktober akan diserahkan kepada Armada Laut Hitam. Pengalihan kapal selam keenam, Kolpino, sedang berlangsung. Dijadwalkan akan selesai pada 25 November," terangnya seperti dikutip dari laman Express, Jumat (28/10/2016).

Veliky Novgorod dirancang untuk operasi anti kapal dan anti kapal selam di perairan pertengahan mendalam. Kapal ini membawa 52 awak, memiliki kecepatan di bawah air diatas 20 knot dan daya jelajah 4.000 mil. Kapal ini bisa beroperasi di bawah air selama 45 hari dan dipersenjatai dengan 18 torpedo dan rudal permukaan ke udara.
Veliky Novgorod menjadi tambahan kekuatan baru untuk armada Laut Hitam Rusia yang mampu menyerang target di darat, laut, dan bawah air. Kapal selam ini juga bisa mengikuti aktivitas penting angkatan laut Rusia lainnya. Kapal diesel listrik ini memamerkan teknologi stealth canggih  dan peningkatan jangkauan tempur secara resmi diluncurkan di St. Petersburg.

Wakil Komandan Angkatan Laut Rusia Laksamana Aleksandr Fedotenkov dan CEO galangan kapal Alexander Buzakov hadir di upacara resmi sebelum kapal dipindahkan ke Laut Hitam untuk beroperasi. Buzakov mengatakan bahwa kapal selam lain kelas Varshavyanka, Kolpino, akan diluncurkan pada bulan November mendatang.

"Uji coba kelima kapal selam, Veliky Novgorod, telah berhasil diselesaikan dan pada tanggal 25 Oktober akan diserahkan kepada Armada Laut Hitam. Pengalihan kapal selam keenam, Kolpino, sedang berlangsung. Dijadwalkan akan selesai pada 25 November," terangnya seperti dikutip dari laman Express, Jumat (28/10/2016).

Veliky Novgorod dirancang untuk operasi anti kapal dan anti kapal selam di perairan pertengahan mendalam. Kapal ini membawa 52 awak, memiliki kecepatan di bawah air diatas 20 knot dan daya jelajah 4.000 mil. Kapal ini bisa beroperasi di bawah air selama 45 hari dan dipersenjatai dengan 18 torpedo dan rudal permukaan ke udara.  (SindoNews)

Wednesday, August 24, 2016

Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara dari Kapal Selam Tuai Kecaman

Militer Korea Urtara telah meluncurkan rudal balistik dari kapal selam di lepas pantai timur pagi ini (24/8/2016). Manuver rudal terbaru Korut ini dipantau militer Korea Selatan.

Korut semakin gencar menembakkan rudal balistik meski sudah dijatuhi rentetan sanksi berbagai negara karena melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.


Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara dari Kapal Selam Tuai Kecaman

Pihak Staf Gabungan Militer Korea Selatan, seperti dikutip Reuters mengatakan, uji tembak rudal balistik Korut berlangsung sekitar pukul 05.30 waktu setempat di dekat kota pesisir Sinpo, di mana citra satelit menunjukkan keberadaan pangkalan kapal selam.

Penembakan rudal balistik dari kapal selam Korut ini terjadi dua hari setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) memulai latihan militer tahunan di Semenanjung Korea. Rezim Kim Jong-un mengutuk latihan militer itu karena diyakini sebagai persiapan untuk menginvasi Pyongyang.


Korut bahkan sudah mengancam akan meluncurkan serangan nuklir terhadap latihan kedua negara itu jika terjadi agresi sedikit pun terhadap wilayah darat, laut dan udara Pyongyang.

Beberapa pekan lalu, Korut juga menembakkan rudal balistik yang mendarat di dekat perairan Jepang.

Ketegangan di Semenanjung Korea kian memanas setelah terjadi Wakil Duta Besar Korut di London membelot ke Korea Selatan. Pembelotan itu telah membuat malu rezim Kim Jong-un yang menunjukkan rapuhnya kekuatan elite politik Korut.




Dikecam Banyak Negara

Pemerintah China menegaskan, mereka menentang uji coba rudal balistik terbaru yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut). Korut diketahui melakukan uji coba terbaru pada pagi ini (24/8).

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan, pihaknya menentang semua tindakan yang mampu memancing ketegangan di Semenanjung Korea, salah satunya adalah uji coba rudal yang dilakukan Korut.

"China menentang program rudal nuklir Korut serta kata-kata atau perbuatan yang menimbulkan ketegangan di semenanjung Korea," kata Wang Yi, paska melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jepang dan Korea Selatan (Korsel) di Tokyo.

Sebelumnya diberitakan, Staf Gabungan Militer Korsel mengatakan, uji tembak rudal balistik Korut berlangsung sekitar pukul 05.30 waktu setempat di dekat kota pesisir Sinpo, di mana citra satelit menunjukkan keberadaan pangkalan kapal selam.

Penembakan rudal balistik dari kapal selam Korut ini terjadi dua hari setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) memulai latihan militer tahunan di Semenanjung Korea. Rezim Kim Jong-un mengutuk latihan militer itu karena diyakini sebagai persiapan untuk menginvasi Pyongyang.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menyebut aksi tersebut tidak dapat dimaafkan dan menjadi ancaman serius bagi keamanan Jepang. Abe mengatakan pemerintah Jepang akan mengajukan protes keras terhadap tetangganya yang terisolasi itu. (SindoNews)

Data Rahasian Pemesanan Kapal Selam India Dari DCNS Bocor

Perusahaan asal Prancis pembuat kapal selam yakni DCNS terancam kehilangan kerja sama bisnis, setelah beberapa data penting kontrak penyediaan kapal untuk Angkatan Laut India bocor ke publik. Lebih dari 22.000 halaman yang mengekspons informasi tentang rincian kemampuan kapal selam tempur jenis Scorpene class vessels bocor.

Data Rahasian Pemesanan Kapal Selam India Dari DCNS Bocor

Belum diketahui secara pasti siapa orang pertama yang mendapatkan dokumen-dokumen rahasia tersebut, seperti diberitakan oleh media Australia. Diketahui awal tahun ini DCNS telah memenangkan proyek besar untuk membangun armada kapal selam angkatan laut Australia senilai USD38,5 miliar dengan pesanan pembuatan 12 kapal selam canggih.

Sayang dengan bocornya data kapal selam DCNS, membuat kontrak kerja tersebut diyakini bakal terancam. Namun pihak perusahaan memastikan rincian tentang kapal selam Shortfin Barracuda yang akan dibangun buat Australia tidak termasuk dalam data-data rahasia yang bocor dan diketahui publik. Juru bicara DCNS menegaskan kasus kebocoran ini masalah serius dan menerangkan pemerintah Perancis secara resmi akan menyelidiki.


"Hal-hal yang berhubungan dengan India, tidak termasuk dalam bagian program kapal selam Australia yang beroperasi di bawah pantauan pemerintah Australia untuk melindungi data yang sensitif," ucap sebuah pernyataan.

India sendiri diberitakan telah meneken kerja sama senilai USD3,5 miliar dengan penawaran membuat enam kapal selam jenis Scorpene vessels di 2005. Kapal selam  Scorpene merupakan jenis yang diklaim mampu digunakan pada perairan dangkal dan sudah dipakai beberapa negara seperti Malaysia dan Chile. Sedangkan Brazil dijadwalkan akan memesan kapal selam dengan tipe yang sama pada 2018.

Sebagai informasi DCNS mengalahkan pesaing kuat dari Jerman dan Jepang untuk mengamankan kontrak pembuatan kapal dengan Australia, yang diyakini menjadi proyek jangka panjang hingga 2050. Kapal selam Shortfin Barracuda akan dibangun di Adelaide dengan harapan menciptakan sekitar 2.800 pekerjaan baru di wilayah tersebut.

Sementara Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengatakan kebocoran adalah pengingat akan pentingnya keamanan dunia cyber, tapi dia menolak jika disebutkan hal tersebut akan membahayakan kontrak. Menteri Pertahanan Negara Christopher Pyne mengatakan, insiden kebocoran tidak akan membatalkan program kapal masa depan pemerintah Australia. (SindoNews)